Dua minggu berlalu. "Kusut banget lo! Udah berapa lama gak disetrika?" Mendengar ledekan dari Roland, Selim langsung melemparinya dengan tempat tisu. "Lo gak bisa banget diajak bercanda. Kayak cewek lagi PMS aja!" cibir Roland. "Ngapain lo ke sini?" sungut Selim. "Soalnya gue telepon kemarin gak diangkat mulu. Lo ngambek sama gue?" Selim berdecih. "Malas gue angkat telepon lo!" "Eh, kenapa? Padahal aku khawatir lho sama kamu," tutur Roland dengan suara yang dibuat feminin. "Geli gue dengarnya!" Selim kembali melempari Roland dengan pulpennya. "Pulang lo!" "Galak bener lo! Pantas aja Alara lari dari lo!" cibir Roland. Roland berpindah dari sofa ke meja kerja Selim. Pria itu bersandar di tepi meja. "Sebaiknya lo lupain dia!" "Siapa?" tanya Selim. "Alara." "Kenapa gue harus lupa

