Di gedung asrama santriwati, Alara sedang melafalkan ayat demi ayat dari surah At-Taubah. Sejak setelah salat Magrib, Sarah menguji hafalan Alara. Salah satu ustazah di pesantren itu takjub dengan kekuatan daya ingat yang Alara miliki padahal gadis itu baru sebulan tinggal di pesantren. Alara mengakhiri penyetoran hafalannya di ayat ke-20. Sembari tersenyum, Sarah menggenggam tangan Alara. "Masya Allah, Anti hebat banget bisa nambah hafalan terus." "Alhamdulillah, Ustazah," sahut Alara malu-malu. "Jangan panggil 'Ustazah', dong! Panggil 'Kak' aja! Kan aku udah sering bilang sama kamu," timpal Sarah, merengut. Alara terkekeh geli. "Iya, sih. Tapi kan saat ini Kakak jadi ustazah. Gak mungkin kan aku gak sopan sama guruku sendiri." Sarah tersenyum hangat. "Pokoknya kamu tuh jadi santri

