Sejak Alara tak lagi kuliah di universitas tempatnya mengajar, Selim semakin tenggelam dalam kesibukan. Ia pun seolah tak memiliki waktu untuk sekadar bersantai di akhir pekan karena kini ia juga terdaftar sebagai mahasiswa program doktoral juga di universitas itu. Selain itu, Selim juga tak pernah lagi terlihat dekat dengan wanita mana pun. Roland sudah beberapa kali mengenalkannya pada wanita cantik dan terpelajar, tetapi ia juga memberikan penolakan lebih banyak daripada yang Roland tawarkan. Hatinya seolah sudah terkunci dan hanya Alara-lah yang bisa membukanya. Pria itu pun semakin enggan pulang ke rumahnya. Sudah berulang kali Farhat membujuknya untuk pulang sekadar menginap di akhir pekan dan lagi-lagi ayahnya harus menelan kekecewaan. Pria paruh baya itu memang sangat mengerti ba

