Kafka menaikkan sebelah alisnya, dia tidak menyangka akan melihat orang yang ia kira tidak akan menghampiri ia lagi jika ia tidak meminta maaf terlebih dahulu. Orang itu adalah Amar, sekarang dia ada di depan Kafka. "Kenapa bengong? Ayo berangkat sama gua aja," ucapnya. Setelah mengatakan itu Amar langsung menarik lengan Kafka agar melangkahkan kakinya di samping ia. Kafka menepis tangan Amara dari lengannya, dia masih menyimpan sedikit rasa kesal dengan Amar, karena itulah dia menepis tangan laki-laki itu sekarang. Namun, bukannya sakit hati atau apa, Amar malah menarik lengan Kafka lagi. "Apa-apaan, sih, lu?" tanya Kafka saat Amar mulai menyeret lengannya kembali seperti kambing. Amar seolah tutup telinga, dia tidak menghiraukan apa yang Kafka katakan. Untuk yang kedua kalinya Kafka

