Yusuf rapi lebih dulu dari Zulaikha. Dia menunggu Zulaikha di ruangan depan bersama sanak-saudara dari keluarga ibunya dan juga keluarga Zulaikha. "Kamu daftar ujian untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri, enggak?" tanya Yusuf. Dia duduk tepat di samping Fauzan. Fauzan menganggukkan kepalanya. "Daftar, Dok," jawab Fauzan. Yusuf menaikkan sebelah alisnya. "Dok?" Setelah mengatakan itu Yusuf langsung tertawa. "Aku ini sekarang kakak ipar kamu, jangan panggil aku dokter lagi," lanjutnya. Fauzan tidak langsung menanggapi, tapi tak lama setelahnya dia malah tertawa. "Ah ya, maaf. Kalau begitu aku harus panggil Kakak, ya? Seperti manggil kak Likha?" Yusuf mengangguk. "Nah," ucapnya, "Kalau kamu butuh apa pun, jangan sungkan buat hubungi aku, ya? Jangan bilang ke kakakmu, dia orangnya pemalu da

