Chapter 42

1518 Kata

Part 42 Doa Kiya Terkabul Setelah berbicara cukup serius dengan Huri, akhirnya Elang pamit untuk ke toko. Hari ini banyak pelanggan yang membutuhkan tenaganya dan ia tidak bisa menolak rejeki. Apalagi ada si Kembar yang ada dalam tanggung jawabnya. Dikarenakan uang jatah Huri sudah diambil oleh Kiya, maka ia harus kembali mengumpulkan uang beberapa hari ke depan untuk diberikan pada Huri dan harus tanpa sepengetahuan Kiya. Sepanjang perjalanan ia terus melamun. Perkataan Huri yang dengan tegas menolak rujuk membuatnya patah hati dan sangat tidak bersemangat. Sekeras apa pun ia memberi pengertian pada Huri, maka semakin yakin wanita itu menolak. Bukan karena ia tidak mencintai Elang, justru karena ia terlalu mencintai lelaki itu, sehingga ia tidak mau melukai siapa pun. “Abang masih bol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN