Rafael menunggu kedatangan Vanila di teras rumahnya, anak itu begitu senang mendengar Vanila akan berkunjung di antar oleh Pak Regi katanya. Ketika dari kejauhan Rafael melihat mobil hitam memasuki gerbang, dia berdecak senang. Tidak sabar mobil itu melaju membelah halaman rumahnya yang luas. "Vanila ...!" panggilnya ketika Pak Regi membukakan pintu mobil dan mempersilakan Vanila keluar dari dalam sana. Senyum Vanila begitu manis, surainya yang panjang tergerai indah. "Hai, Rafa!" Dia melambaikan tangannya senang. "Makasih Pak Regi. Nanti kalau mau pulang aku telepon lagi." Pak Regi mengangguk. "Baik, Nona Vanila. Ingat jangan makan cokelat." Pria itu selalu mengingatkan Vanila jika dia tidak boleh memakam cokelat saat akan sekolah atau bermain. Vanila akan mengalami merah-merah pada

