Alex menyuruh Rara berbaring di sampingnya, menyudahi kegiatan dia membereskan barang-barang di ruang pakaian. "Sayang sini dong!" Alex setengah berteriak, untung saja kamar mereka kedap suara. Untuk sampai ke kamar Rafael pun tidak, kecuali pintu sambung di buka. Rara yang sedari tadi mendengar Alex merengek meminta dirinya menghampiri pria itu pun mendesah kesal. Mau tidak mau Rara akan melanjutkannya hari besok. "Kenapa sih? Kok kayak anak kecil gitu kelakuannya. Aku lagi beresin pakaian kamu ke dalam lemari." Memukul lengan Alex karena sebal. Rara sekarang berbaring di samping Alex menjadikan lengan pria itu sebagai bantalan untuknya. Alex tidak langsung menjawab, dia malah memeluk Rara sangat erat. "Nggak bisa pisah jauh-jauh. Kamu kenapa rajin banget sih beberes rumah terus. Malam

