My Destiny | 37

2433 Kata

Mengetahui Rara sedang bersedih sepanjang hari, Calvin tidak bisa tinggal diam. Dia rela meninggalkan pekerjaannya di kantor dan kesibukan mengurus menu baru di kafenya, tidak ingin sang prioritas menjadi nomor kesekian. Rara utama, selalu menjadi nomor satu, sementara yang lain ... bisa nanti. Calvin bukan pria bodoh dengan segala kebucinannya, hanya saja dia sudah berjanji akan menghapus semua air mata Rara, dia akan membuat wanita itu selalu tertawa ceria. Sepanjang perjalanan Calvin tak melepaskan genggaman tangannya kepada Rara. Sesekali lelaki itu mengecup punggung tangannya. "Mau ke taman kota lagi kayak terakhir kali kita ke sana? Biasanya sore yang cerah begini ramai." Rara mengangguk cepa, setuju. "Boleh. Aku kangen sosis dan jagung bakar yang ada di sana." Calvin melepaskan g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN