Jam satu dini hari Rara terbangun secara tiba-tiba dengan keringat sudah membanjiri daerah leher dan pelipisnya. Dia bermimpi buruk, sangat buruk. Rara masih hidup, dia bermimpi dikejar orang jahat tak dikenal yang akan membunuhnya. Rara menangis, dia berteriak dalam mimpi itu sambil berlari tetapi tak ada seorang pun yang menolong. Jalanan nampak lengang, sepi dan gelap. Rara tersesat, kemudian di penghujung jalan ada sebuah jurang. Pilihan Rara hanya ada dua, ditangkap oleh orang jahat itu lalu diperkosa dan dibunuh, atau melompat ke jurang lalu mati. Penjahat itu semakin mendekat, dia menggelengkan kepala melarang Rara melompat ... namun sayang, setelah itu dalam hitungan ketiga Rara melambaikan tangannya dan semua berakhir. Dengn tangan bergemetar Rara mencari gelas air di atas nakas

