My Destiny | 25

2310 Kata

Sinar matahari menerobos melalui celah gorden kamar Rara di kediaman orang tuanya. Membuat tidur nyenyak wanita segera sirna, dia terpaksa membuka mata dengan menutupi sinar itu dari wajahnya agar tidak silau--menggunakan telapak tangan yang terbuka lebar. Rara menghela napas, lalu bangun dan bersandar pada kepala ranjang. Ini sudah masuk bulan ke tiga dia berada di kediaman orang tuanya. Semenjak malam tragis itu, Rara tidak kembali ke apartemen melainkan ke rumahnya. Tidak sama sekali menginjakkan kaki ke sana, bahkan hanya untuk menegok Bibi Ann. Rara paling mengirim pesan, mengatakan jika dia masih tak bisa pulang ke apartemen. Alasannya karena terlalu nyaman bersama orang tua dan adik-adiknya, padahal yang benar Rara sering menghabiskan waktu di kamar. Meratapi nasibnya yang malang,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN