My Destiny | 26

2136 Kata

Sehabis makan siang, semua orang berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol santai. Rara tidak berminat ikut ke dalam obrolan itu meski sangat menarik membahas seputar keluarga, dia sudah terlanjur buruk moodnya. Belum lagi ketika melihat undangan pertunangan Alex dan Syeila yang ada di atas meja. Sungguh, Rara ingin menangis. Bukan, bukan karena dia takut kehilangan Alex, tapi lebih kepada harga dirinya yang tidak ada artinya lagi. Rara sadar jika dia adalah w**************n yang bisa dipakai kapan saja Alex membutuhkannya. Setelah puas menghancurkan Rara, Alex kemudian pergi tanpa meninggalkan jejak atau basa-basi yang bisa dimaafkan olehnya. Setidaknya kalimat penyesalan atas dosanya, namun nyatanya ... tidak Rara terima sama sekali. Menyedihkan, dia terlalu berharap Alex memperlakuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN