Avaric Aku mendengar suara teriakan ketika baru saja akan menutup pintu kamarku. Aku berniat masuk ke kamar untuk mengusir Livya pergi secara halus. Ya, aku sebelumnya beralasan ingin beristirahat. Agar Livya pulang dengan sendirinya dan aku bisa kembali bersama dengan Sashi berdua saja. Sebelumnya aku juga yang meminta Ayana sahabat Sashi itu untuk meninggalkan kami berdua saja. Dia pun dengan cepat menuruti dengan mengikuti arah pandangku yang menunjukkan sebuah kamar di ujung ruangan untuknya beristirahat. Kupikir setelah sahabat Sashi sudah meninggalkan kami, tidak akan ada gangguan lagi. Karena aku sudah sangat rindu padanya. Pada tubuh hangat yang selalu menemani malamku beberapa waktu terakhir. Sejak dia pergi, malamku dingin dan tidurku tidak nyenyak. Aku membutuhkannya seperti

