Livya Sambil mengemudikan mobilku, aku segera menghubungi John. Dia segera mengangkatku di dering pertama. Laki-laki ini memang begitu mengagumiku. Bahkan lebih dari itu. Aku tahu John selalu mencintaiku. Namun aku tidak pernah melihatnya dan mengakui rasa cintanya padaku. Mataku hanya fokus tertuju pada satu orang. Avaric dan keinginanku untuk memilikinya. "Aku ingin bertemu denganmu John," ucapku langsung. "Liv? Kau di mana sekarang? Biar aku yang menemui," ucapku cepat. "Kita bertemu di cafe biasa saja," saranku. "Baiklah kita bertemu sekarang di sana," jawab John sebelum memutuskan sambungan telepon kami. Cafe yang akan menjadi tempat aku dan John bertemu tidak terlalu jauh dari posisiku saat ini. Jadi aku sampai dalam waktu singkat. Sambil menunggu John, aku menyusun ide terbai

