Sashi Ayah sama Bunda baru saja pulang ke rumah Eyang. Entah mengapa aku sempat sedih sekali tahu bahwa mereka akan kembali ke Bali besok. Aku memang sejak dulu tidak pernah jauh-jauh dari Ayah dan Bunda. Aku selalu berpikir bahwa aku harus selalu bersama mereka dan menemani mereka sampai tua. Bahkan ketika Bang Tama sudah menikah dan tinggal tidak bersama kami lagi, aku yakin bahwa aku bisa menjaga Ayah dan Bunda. Begitupun ketika Sasha dan semua anak disekolahku berlomba-lomba menembus kampus hebat di pulau Jawa, aku tidak tertarik sama sekali. Aku hanya ingin meneruskan pendidikan, bekerja, dan melanjutkan fase hidupku lainnya bersama dengan Ayah dan Bunda. Aku memang lebih terbuka soal perasaan ke Ayah dan Bunda. Sasha cenderung banyak menyembunyikan apa yang dirasakannya, tetapi ak

