Sashi Malam itu Ava membentakku. Dia meneriakkan kata yang sama berulang kali. Dia kembali seperti Ava yang dulu, yang membawaku ke Jakarta dengan tuduhan mencoba meracuninya dulu. "MAU KAMU SEBENARNYA APA?" teriak Ava malam itu. Tubuhku gemetar berjalan mundur setelah bentakannya. Aku ingin meneteskan air mata sebanyak-banyaknya, tapi tidak kulakukan. Tidak akan aku terlihat lemah dihadapannya kini. Teganya Ava berteriak padaku di depan orangtuaku sendiri saat aku hamil tua seperti ini. Tidak ada jawaban yang keluar dari mulutku. Namun tatapanku tidak kuputus dari wajahnya. Aku ingin menunjukkan padanya bahwa aku tidak gentar dengan suaranya yang menggelegar. Tidak juga takut walau dia marah dan memutuskan meninggalkanku. Tidak, jika memang itu akhir yang harus kuhadapi dari pernikaha

