Avaric Sesampainya di depan rumah Sashi, aku tidak menunggu lama untuk segera mengetuk pintu itu. Setelah cukup lama menggedor dan memanggil-manggil, akhirnya pintu itu terbuka menampilkan Ayah mertuaku. "Ayah ... maaf saya ganggu malam-malam," ucapku langsung mengakui kesalahanku saat ini. "Tidak apa-apa. Ayo masuk dulu Ric," ajak Ayah kemudian dengan membuka pintu lebih lebar untukku masuk ke dalam. Setelah Ayah menutup pintu dan ikut duduk di kursi dihadapanku, aku mulai mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan niatku datang malam ini. "Saya mau jemput Sashi Yah," ucapku langsung. Ayah terlihat menarik nafas dalam sebelum kemudian menghembuskannya pelan. "Tadi Bunda udah kabarin kamu ‘kan? Sashi mau tinggal di Bali dulu. Ayah harap kamu mau mengizinkannya Ric," ucap Ayah kemu

