"Mami ada di kamar kalo kamu butuh apa-apa." Kirana mengusap lembut rambut Elara penuh kasih sayang. Belum sempat Kirana mengambil langkah untuk memberikan waktu pada mereka berdua, suara Elara yang bergetar terdengar. Elara menatap Kirana lebih dulu. Sorotan matanya tidak terbaca. Elara pikir, Elara akan menangis sebentar lagi. "Kalo Mami ninggalin aku di sini, berarti Mami mau aku pergi. Lagi," katanya dengan pelan. "Elara." Hanya mendengar satu kata yang keluar dari mulut Kirana, Elara sudah sangat mengerti. Kepalanya mengangguk perlahan. Pandangannya Elara alihkan ke arah Ivan. "Oh. Oke, aku udah tau jawabannya apa. Kak Ivan kalo mau ngomong sama aku langsung to the point aja. Aku bener-bener capek mau istirahat." Setelah mengatakan itu, Elara berjalan menuju sofa. Kirana b

