Happy Reading! Langit tampak cukup menggambarkan keadaan Sita saat ini. Gelap dan mendung, mungkin akan lebih dramatis jika petir ikut hadir. Tapi, sepertinya tidak perlu, karena tatapan dan suasana tegang yang ia hadapi saat itu sudah cukup mendramatisir keadaan. Well, belum sempat dia menenangkan diri dari amarah, Anna muncul menambah rasa sakit kepala Sita. Apalagi sikap wanita itu sama sekali tidak bersahabat. Ada apa lagi ini? Pikir Sita dalam hati. "Jadi, ada apa ya mba?" Setelah hampir setengah jam terus berdiam diri satu sama lain, Sita mencoba membuka topik yang malah di jawab dengan tatapan tajam Anna. Seakan ingin mencakar wajah Sita dalam sekejap. "Mmm.." "Ada hubungan apa kau dan Mahesa?" To the point, Anna langsung memberi pertanyaan menuduh. Membuat Sita terkesiap sej

