* Moody berbalik, menghadap Dwika yang bersiap memeluknya. Hatinya mencelos melihat gadis itu berwajah kuyu dan sedih. Namun, langkahnya terhenti begitu gadis itu bersuara. "Kamu masih mau hidup bersamaku?" tanya Moody dengan tatapan putus asanya. Dwika merasa sangat bersalah. Mungkin dirinya kurang tegas menghadapi Nanda dan menjelaskan jenis hubungan apa yang mereka punya. "Maaf," lirih suara Dwika memecah sunyi di sekitar mereka. Dengkusan sekecil itu mampu Dwika dengar,"Cowok dimana-mana sama ya? Bisanya cuma bilang maaf tanpa tahu kesalahannya apa! Maaf buat kesalahan fatal yang mana?" "Y-ya maaf buat semua yang aku lakukan sama kamu. Banyak hal yang udah bikin kamu luka, bikin kamu tersinggung, mungkin bikin kamu merasa bersalah." Dwika memutuskan terus mendekat, berusaha mem

