* Suara adzan membangunkan Moody dari tidur lelapnya. Matanya memicing, mengingat-ingat keberadaannya sekarang dan posisi tidur yang cukup nyaman Oh aku kan diajak ke bukit tapi Dwika ke mana? Moody menggeliat, meregangkan tubuhnya karena posisi tidurnya yang meringkuk membuat kepala dan punggungnya cukup pegal. Lalu ia celingukan mencari Dwika, sekitarnya nampak masih gelap, hanya ada lampu-lampu di bawah sana berupa titik-titik kecil, yang terlihat seperti kunang-kunang. Moody tersenyum melihat pemandangan itu. Dipakainya jas Dwika. Lalu mencari-cari ponselnya. Moody terdiam cukup lama. "Ya ampun! Ponsel gue kan ketinggalan di tas!" Gadis itu menggeplak jidatnya sendiri. Sedang kebat-kebit begitu, ketukan di kaca jendela pintu mobil mengejutkannya. Moody mundur, karena sama gelapn

