MH 24

1744 Kata

* "Tus, kirim alamat rumah sakitnya! Gue terbang hari ini," kata Dwika. "Moo udah pulang ke apartemen," sahut Titus dari seberang. "Oke, alamat apartemennya kalo gitu." "Mas mau ngapain ke sini? Udahlah Mas, Moo masih belum mau ditemui." "Tus, lo udah janji sama gue kemaren bakal kasih alamatnya!" Dwika makin frustasi, kesal pada cowok di sebrang sana yang ternyata mau ingkar janji. "Biarin Moo bahagia, oke?" "Tus! Nggak gitu caranya. Sekarang kirim alamat apartemen Moo, titik!" Dwika tak mau dibantah saat ini. Dwika melempar ponselnya ke sofa. Lalu menjambak rambutnya sambil berteriak frustasi. "Mas?" Puri muncul tiba-tiba. Puri mendekat, ikut duduk di sebelah Dwika. Menatap lekat lelaki di sampingnya yang tengah menelungkupkan wajahnya di kedua telapak tangannya. Ragu-ragu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN