* "Transplantasi hati?" Rado terkejut. Tata mengangguk,"Tapi kamu diem ya? Jangan bocor. Ini aku bilang karena kamu udah bantuin kita." "Tempo hari aku nggak maksud..." "Ya udah, Moo lagi sensitif. Dia sebenarnya anaknya baik dan asik kok. Sori ya?" sela Tata. Rado cuma mengangguk sedang matanya tetap memperhatikan pintu UGD. Dering ponsel Tata membuyarkan renungan Rado. "Sumpah Tus, gue nggak tahu apa-apa!" sergahnya. "Moo masih di ruang UGD," Tata mengakhiri telponnya. Kembali ia duduk setelah di cecar habis Titus. Kalau Titus dalam mode khawatir seperti tadi saat ia beritahu tentang Moody, Tata merasa dirinya yang adik. Titus kalau sudah marah mengerikan. Plus menyebalkan! "Siapa?" tanya Rado. "Adikku. Dia yang selalu jagain Moo. Jadi waktu aku kirim pesan padanya, tadi dia n

