Happy Reading Tangan Kesya bergerak untuk menutup mulutnya dari rasa keterkejutan yang teramat sangat. Bagiamana tidak, saat ini dia dan Sean sedang berdiri di depan sebuah restoran mewah dan pastilah termahal di kota itu. Kesya bahkan sempat terdiam beberapa saat hanya untuk menatap gedung tinggi itu. Perlahan, kepalanya menoleh ke arah Sean. "Sean, ini... ini apa?" ucapnya dengan suara mencicit karena syok. Sean mengerutkan dahi, melempar tatapan mencemooh ke arah Kesya. "Aku menyukai kencan yang berkelas.” Ujarnya sambil mengedipkan mata, bermaksud menggoda Kesya. "Tapi... restoran ini sangat mahal." Ujar Kesya tanpa sadar, untuk sesaat lupa dengan status Sean si pewaris tunggal keluarga Kingston. Alis Sean terangkat tinggi. "Mahal? Tanyanya dengan nada sinis, lalu menyambung “A

