Happy Reading. "Apa kau memiliki penjelasan yang masuk akal tentang semua ini Kesya?" Sean tengah duduk dengan menopang sebelah kakinya di kaki lain, ekspresinya datar tak terbaca. Suasana hati Sean begitu buruk. Kalau saja Kesya bukan wanita yang dicintainya sudah dapat dipastikan bahwa Sean akan menumpahkan kemarahannya di detik ini juga tanpa perlu menahan-nahan lagi. Walaupun demikian, Sean tetap berusaha tampak tenang, sengaja menyembunyikan aura berbahaya yang tersimpan rapi di dalam jiwanya. "Apa kau mulai bisu? Atau mungkin telingamu tidak bekerja dengan baik?" Sean berujar dengan rentetan pertanyaan menuntut, mendesak Kesya untuk segera memberi jawaban semua itu. Kesya sendiri hanya bisa terdiam, dia sama sekali belum menemukan jawaban yang tepat. Tatapan Sean yang seakan me

