Sidang Padat, Pelukan Hangat

1523 Kata

Diana P.O.V Pukul sembilan pagi. Langkahku menyusuri lorong Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan tempo cepat tapi penuh percaya diri. Tanganku menggenggam erat berkas perkara klienku, Pak Soedarmo. Sengketa tanah warisan ini sudah memakan waktu berbulan-bulan, dan hari ini adalah sidang pembacaan kesimpulan sebelum putusan akhir dijatuhkan. Aku menyesuaikan kancing jas hitamku dan menghela napas sejenak sebelum membuka pintu ruang sidang. Di dalam, suasana sudah cukup ramai. Jurnalis hukum, mahasiswa magang, dan tentu saja kedua belah pihak yang bersengketa. Aku melangkah tenang ke depan dan duduk di kursi kuasa hukum. “Pagi, Pak,” bisikku pada Pak Soedarmo yang duduk di sampingku. Lelaki tua itu tampak cemas. “Pagi, Bu Diana. Semoga hari ini berakhir baik, ya,” ucapnya lirih. Aku h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN