Diana P.O.V Begitu pintu flat kubuka, aroma teh hangat dan wangi diffuser favoritku langsung menyambut. Aku menggenggam tangan Justin lebih erat, dan kami melangkah masuk berdua. Dan di ruang tamu... “Surpriiiiise!” suara Juliana terdengar nyaring. Aku tertegun sejenak. Di sofa panjang dan karpet ruang tengah, sudah duduk manis kedelapan sahabat kami. Isabella, Citra, Elysa, Riana, Gerard, Dylan, Karel, dan Alexander dengan ekspresi wajah yang bikin aku langsung senyum campur haru. “Eh? Kalian udah di sini?” tanyaku sambil terkekeh kecil, melepaskan sepatuku. “Kapan datengnya?” “Kita udah nunggu dari dua puluh menit yang lalu, Kak,” kata Isabella sambil mengibas rambutnya. “Dan liat deh, Jasmine!” Aku mengalihkan pandangan dan langsung melihat Juliana duduk di tengah sofa, dengan Ja

