Diana P.O.V Pagi itu, matahari belum terlalu tinggi ketika aku terbangun oleh suara lembut Jasmine yang mulai menggeliat dalam tidurnya. Tanganku secara naluriah mengelus pipinya yang halus dan hangat. Dia masih memeluk boneka kelincinya yang mulai usang karena terlalu sering digigit. Aku mencium keningnya pelan sebelum turun dari tempat tidur. Setelah mandi dan mengganti bajuku dengan rok pensil hitam, blouse putih dengan ruffle sederhana, dan blazer abu gelap. Aku berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Aroma roti panggang dan telur rebus mengisi ruangan, bercampur dengan wangi kopi hitam yang kubuat sendiri. Tak lama, Mbok datang, seperti biasa tepat waktu. Jasmine mulai merengek manja dari kamar, dan Mbok segera menghampirinya. Kudengar suara lembut Mbok menenangkan si kecil, da

