Jalanan-Kebenaran

1654 Kata

Diana P.O.V Pagi di Jakarta belum sepenuhnya terang, namun langkahku sudah menggema di lorong panjang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ditemani Mbak Rika, asistenku yang selalu siap siaga membawa map dan berkas, aku melangkah masuk ke ruang tunggu sidang dengan aura yang sudah kukenali: penuh ketegangan, kecemasan, dan harapan. Pagi ini, aku tidak membawa Jasmine. Seperti biasa, Mbok yang menjaganya di apartemen. Meninggalkannya setiap pagi bukan perkara mudah, apalagi saat tadi dia menggeliat manja dalam tidurnya dan tangannya nyaris menggenggam ujung bajuku. Tapi tugas tetaplah tugas. Dan hari ini adalah hari penting: sidang putusan kasus perdata yang sudah enam bulan terakhir kutangani, sengketa kepemilikan tanah. “Semua sudah siap, Mbak Diana,” bisik Mbak Rika sambil menyerahkan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN