Diana P.O.V Tak lama, setelah membahas beberapa alternatif tempat pemberkatan, Alex tiba-tiba mencondongkan tubuhnya ke arah meja. “Gw punya saran. Gimana kalau resepsi kalian diadain di Hotel Prestige? Di Jakarta Barat. Taman belakangnya luas, bangunannya megah, dan... jangan lupa, ada pantai pribadi juga. Kesan magical-nya dapet banget.” Aku menoleh ke Justin. Dia terlihat memikirkan tawaran itu beberapa detik, lalu tersenyum dan mengangguk. “Gw suka idenya. Kamu gimana, sayang?” “Setuju. Tempatnya memang cantik banget,” jawabku mantap. Sejurus kemudian, ide-ide mulai berloncatan di kepalaku. Aku mendongak menatap Justin. “Kamu bawa pulpen, pensil, dan beberapa kertas HVS di mobil, kan?” Justin mengangkat alis, bingung. “Kamu mau bikin kontrak dadakan?” Aku mencibir. “Enggak, sayan

