bc

Mafia'S Sweet Obsession

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
dark
HE
second chance
badboy
heir/heiress
drama
serious
city
like
intro-logo
Uraian

Bagi Aurelia, hidup hanyalah tentang aroma manis kopi dan ketenangan kafe miliknya. Namun, garis hidupnya berubah menjadi labirin mematikan sejak ia melayani pria misterius di meja nomor tujuh—**Valerius Nicholas Vance**, seorang Don penguasa absolut dunia bawah tanah metropolitan Eropa yang dingin dan kejam.Demi melindungi Aurelia dari musuh-musuhnya, Nicholas rela menjadi monster yang dibenci, bahkan menurunkan harga diri untuk berlutut demi sebuah restu di atas altar.

Namun, ketika pintu kastil dikunci rapat di malam pertama mereka, topeng aristokrat Nicholas luruh sepenuhnya.

Pria elegan itu berubah menjadi predator posesif yang brutal dan menuntut kepemilikan mutlak atas jiwa dan tubuh Aurelia.Aurelia mengira ia diselamatkan, tanpa tahu bahwa ia sebenarnya baru saja masuk ke dalam jerat gairah yang paling berbahaya.

**"Aku tidak akan menyentuhmu sebelum cincin klan Vance terpasang di jarimu. Tapi setelah altar itu selesai, bersiaplah... karena aku tidak akan memberikan ampun untukmu di atas ranjangku, Istriku."** — *Valerius Nicholas Vance*

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Darah dan parfum sandalwood mahal adalah kombinasi aroma yang paling mengerikan yang pernah kuhirup seumur hidupku. Namun, malam ini, di dalam kamar utama kastil megah yang terisolasi dari dunia luar, aroma itulah yang justru mengunci kewarasanku. Aku berdiri gemetar di tepi ranjang king size yang bertabur kelopak mawar merah. Gaun pengantin satin seputih salju yang beberapa jam lalu kubawa berjalan menuju altar katedral kini terasa bagai kain kafan yang mengurung kebebasanku. Sepasang tanganku meremas pinggiran kasur sekuat tenaga, mencoba menahan detak jantung yang bertalu liar seperti genderang perang. Pintu kamar mandi terbuka, memecah keheningan malam yang mencekam. Sosok pria yang kini sah menjadi suamiku melangkah keluar. Valerius Nicholas Vance. Di bawah pendar temaram puluhan lilin aromaterapi, dia hanya mengenakan jubah tidur sutra hitam yang longgar. d**a bidangnya yang kokoh terekspos, memperlihatkan guratan otot sempurna sekaligus beberapa bekas luka lama dan goresan merah yang masih baru—sisa dari perang berdarah di distrik timur yang dia menangkan sebelum menemuiku di altar. Ketukan langkah kakinya di atas karpet beludru abu-abu terdengar konstan, berbobot, dan dipenuhi aura predator yang siap mencabik mangsanya. Ketika tubuh tingginya mengurungku, aku langsung menundukkan kepala. Aku tidak berani menatap sepasang mata elang cokelat gelap itu. Matanya terlalu berbahaya malam ini. "Aku... Aku takut," bisikku lirih, nyaris tak terdengar. Suara gadis sipil naif yang tersesat di sarang mafia. Nicholas tidak langsung menjawab. Jemari besarnya yang hangat menyusup di bawah daguku, memaksaku mendongak dengan kelembutan yang memabukkan. "Apakah benar-benar takut? Hmm?" tanyanya, suaranya merendah menjadi bisikan bariton yang sangat serak di dekat telingaku. "Ini pertama kalinya untukku!" seruku panik dengan wajah yang memanas hebat. Nicholas terkekeh rendah, suara tawa yang berat dan penuh d******i maskulin. "Jadi kamu berpikir ini bukan pertama kalinya juga untukku? Apa yang kamu harapkan dari seorang mafia, Aurelia?" Aku terdiam, terpaku pada kilatan gairah kegelapan yang perlahan menelan binar aristokratnya. Malam ini, topeng Don yang dingin, berkelas, dan penuh penghormatan yang selama ini dia tunjukkan di meja nomor tujuh kafenya telah luruh sepenuhnya. Pria di depanku tidak lagi menahan diri demi menghormati kesucianku. Cincin platinum klan Vance telah terikat di jari manisku, dan itu adalah lisensi mutlak baginya untuk mengklaim apa yang telah menjadi miliknya. "Malam ini, aku tidak akan menjadi pria yang elegan, Aurelia," geram Nicholas rendah, rahang tegasnya mengeras. "Aku akan menjadi suamimu yang paling nakal, brutal, dan menuntut. Bersiaplah, karena aku tidak akan memberikan ampun untukmu di atas ranjangku, Istriku." Sebelum aku sempat memproses kalimat kasarnya yang begitu hot, Nicholas mencengkeram pinggangku dan mengempaskan tubuhku ke atas kasur dengan satu sentakan kuat. Dia merangkak naik, mengunci pergelangan tanganku, dan merobek gaun malam sutraku tanpa ragu. Aku mengira Nicholas adalah pelindung yang membawaku keluar dari kabut kematian. Namun, saat tubuh bidangnya menindihku dan tatapan matanya mengunci sukmaku, aku baru menyadari satu kenyataan yang terlambat: Aku tidak sedang diselamatkan. Aku hanya sedang diseret masuk ke dalam jerat gairah sang predator yang paling mematikan. Dan sialnya, aku sama sekali tidak ingin lolos dari sana.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Unscentable

read
1.8M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
712.0K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.5M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
950.7K
bc

A Warrior's Second Chance

read
342.2K
bc

Not just, the Beta

read
339.5K
bc

The Broken Wolf

read
1.1M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook