Kiran terus meminta pulang ke rumah kepada sang suami. Namun Pak Dave mengacuhkan ucapan Kiran. Pak Dave merengkuh Kiran dalam dekapan untuk meredakan amarah Kiran yang masih memuncak. Amarah Kiran semakin memuncak kala Pak Daren merengkuh tubuhnya. Kiran tidak dapat berbuat banyak sehingga membiarkan dirinya dalam dekapan sang suami. Bukan Kiran menikmati dekapan hangat sang suami. Namun Kiran merasa percuma jika dirinya memberontak. Hanya akan membuang tenaga saja jika dirinya melakukan pemberontakan. Pak Dave mengukir senyuman manis di kedua sudut bibirnya saat sang istri tidak melakukan perlawanan saat Pak Dave mendekap tubuh sang istri. Pak Dave menikmati dekapan bersama dengan sang istri yang sangat jarang dinikmati oleh dirinya. “Kita pulang sekarang. Kita ke tempat papa Dean da

