Angel duduk di sofa, tepat di samping Chandra. Suasana masih tetap hening, bahkan sampai Endry juga sudah duduk di samping kiri Bima. Bima dan Angel saling duduk berhadapan. Angel hanya diam sambil sedikit menunduk, sedangkan Bima terus menatap Angel dengan lekat. Masih tampak rasa tidak suka di wajah Bima terhadap Angel. Entah apa yang terjadi pada Bima. Wanita secantik Angel saja tidak mampu meruntuhkan tembok pembatas di hati Bima. Padahal dulu Angel juga selalu menjadi incaran para pria di kampus. Hanya Bima yang sama sekali tidak menaruh hati pada wanita itu. "Angel," panggil Endry. "Ya?" Angel mendongak dan menatap Endry. Endry berdeham sejenak. "Kamu pasti bingung kenapa Kakak ajak kamu ke sini, kan?" "Iya, Kak. Ada apa ya?" "Cih!" decih Bima. "Gak usah pura-pura polos deh. Ka

