Keesokan harinya, Bima tampak begitu murung. Saat sarapan bersama Endry dan Chandra pun, Bima tidak banyak bicara seperti biasanya. Melihat perubahan adik tirinya, Endry pun merasa cemas. Ia menatap ke arah Chandra dan sedang berpikiran buruk pada adik kandungnya sendiri. Sementara Chandra yang tidak tahu apa-apa, hanya bisa mengernyitkan keningnya saat melihat tatapan Endry. Chandra menyenggol lengan Bima yang duduk di samping kanannya. Sejak tadi, pria itu hanya termenung sambil mengaduk-aduk isi piringnya, tanpa dimakan sedikitpun. Bahkan senggolan tangan Chandra tidak berpengaruh sama sekali bagi Bima. "Bim," panggil Endry. "Bima." Chandra terpaksa menepuk kuat bahu Bima agar pria itu tersadar dari lamunannya. "Kak, dipanggil tuh nyahut dong." Bima hanya menatap Chandra sekilas, ke

