Sudah sekitar tiga jam lebih Bima berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk. Biasanya, Angel akan membantu memeriksa semua berkas tersebut. Tapi hari ini, rasanya pekerjaan tidak se-ringan saat ada Angel di kantor. Bima menghela napas sambil bersandar di kursi. Sungguh hari yang melelahkan baginya. Bima menatap ke arah ponsel yang terletak di atas meja. Timbul niatan untuk menghubungi Angel kembali. Ia meraih ponsel tersebut, lalu menghubungi wanita tersebut. Nomor itu kembali aktif dan tersambung. Bima sedikit menghela napas lega karena Angel bisa dihubungi saat ini. Pria itu menunggu beberapa saat, namun Angel tak kunjung menjawab panggilannya. Sambungan terputus dan Bima mencoba untuk yang ke-dua kalinya. Tapi tetap tidak dijawab oleh Angel. Lagi-lagi Bima harus merasakan kecewa kar

