Bab 22

1169 Kata

Seminggu telah berlalu. Bima tak kunjung bertemu dengan Denisa. Bahkan saat Bima telah membeli ponsel baru pun, Denisa tak juga memberi kabar. Selama seminggu, Bima terus mendatangi rumah Vera, namun kondisi rumah tetap sepi. Dan yang membuat Bima merasa aneh, Kevin juga tidak masuk kuliah selama seminggu. Bima tidak mengerti dengan semua keanehan yang terjadi belakangan ini. Ada apa sebenarnya? Pertanyaan itulah yang selalu menghantui pikiran Bima. Sepanjang hari, Bima hanya bisa termenung, memikirkan hal-hal indah yang pupus begitu saja karena Denisa. Bima tidak tahu lagi harus berbuat apalagi. Segala cara telah ia lakukan. Tapi Tuhan tidak mempertemukan dirinya dengan Denisa. Pagi ini, Bima tiba di kampus dengan raut wajah marah. Kedua tangannya terkepal dan langkahnya pun terkesan be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN