Angel yang tiba di rumah pukul 22.00 malam pun tampak tersenyum bahagia. Sambil duduk di kursi teras, ia menatap cincin di jari manisnya. Padahal sebelumnya, Angel tidak berharap akan dilamar secepat ini oleh pria yang dicintainya. Angel mencium cincin itu lalu mengusapnya pelan. Saat Angel sibuk menatap cincin itu, salah satu tetangga yang juga sebagai saudaranya pun menghampiri Angel. Kebetulan ia baru saja membuang sampah di tong dekat rumahnya. "Angel," tegur Heni. Angel terkejut lalu menyembunyikan tangannya di belakang. "Oh, Bibi. Aku kira siapa." "Kamu kenapa kok senyum-senyum sendiri? Terus, apa yang kamu sembunyiin di belakang?" tanya Heni penasaran sambil memperhatikan tangan Angel yang bersembunyi di belakang tubuh keponakannya itu. Angel tidak langsung menjawab pertanyaan

