Bab 32

1251 Kata

Setahun telah berlalu sejak kematian Denisa. Nama wanita itu masih melekat jelas di hati Bima yang kini sedang berada di depan makam kekasihnya itu. Bima menyiramkan air mawar beserta bunga di atas makam Denisa. Setelahnya, ia berdoa kepada Tuhan agar Denisa selalu mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Setiap kali mendoakan Denisa, Bima selalu menangis dan kejadian saat di rumah sakit pun terus saja terngiang di pikirannya. Bahkan Bima tak sanggup untuk berkata apapun di depan makam Denisa. Terkadang, Bima masih bisa merasakan kehadiran Denisa di sekitarnya. Setelah mengunjungi makam Denisa, Bima pun beranjak pergi dari tempat tersebut. Sebelumnya, Bima juga sudah mengunjungi makam Ayah dan Ibunya di tempat berbeda. Bima tidak pernah melupakan orang tuanya meskipun sudah meninggal cukup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN