Pernikahan akan dilaksanakan dua bulan lagi, namun Angel bingung harus memulai persiapan darimana. Segala keperluan pesta sedang ia catat di buku tulis berukuran sedang. Heni sudah memberi arahan pada Angel, namun Angel masih merasa ada yang kurang untuk dicatat. Berulang kali ia bertanya pada Heni dan berulang kali pula Heni menerangkan beberapa barang yang perlu dipersiapkan. "Awh!" Tiba-tiba Angel memekik kesakitan saat ujung kuku kakinya tersandung kaki meja. Angel terduduk di sofa sambil memegang ujung kuku kakinya yang berdenyut. Sesekali Angel meniupnya agar rasa sakit itu sedikit berkurang, meskipun tidak berefek sama sekali. Tapi tetap Angel lakukan. "Kamu kenapa?" Heni datang dengan dahi mengernyit. Pandangannya tertuju pada tangan Angel yang memegangi kuku kakinya. Heni mele

