Bab 68

1361 Kata

Bima yang frustrasi karena masalah yang dihadapinya saat ini pun bingung harus pergi kemana. Ia terus saja berkendara entah kemana. Bahkan dering ponsel yang ada di dashboard tak lagi ia hiraukan. Pikirannya sudah kacau. Dan setelah Bima menepikan mobilnya, barulah ia menangis kencang sambil memukul setir. Bima benar-benar lelah dicaci dan dihina seperti itu oleh Airin. Sempat terpikir di benak Bima untuk menyalahkan sang Ibu yang telah meninggal. Semua masalah timbul karena ulah sang Ibu semasa hidup dan berdampak buruk bagi psikis Bima. Pria malang itu berhenti menangis saat mendengar dering ponselnya. Bima menatap layar ponsel yang bertuliskan nama Angel di sana. Ia menghela napas panjang, lalu tangan kirinya bergerak mengambil ponsel tersebut. Bima justru menolak panggilan telepon dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN