Angel melepas pelukan Bima. Ia pun mulai salah tingkah karena untuk pertama kalinya ia dipeluk oleh Bima, pria yang sangat ia sukai sejak dulu. Angel menghabiskan air kelapa yang dipesan oleh Bima. Tenggorokannya terasa kering karena terlalu gugup. Bima terlihat berdiri lalu membayar air kelapa tersebut kepada si penjual. Setelah itu, Bima mengajak Angel untuk pulang karena hari sudah semakin petang. Mobil sedan tersebut melaju perlahan menuju rumah Angel. Jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi mereka saat ini. "Bim, makasih ya udah hibur aku," ucap Angel tulus. Bima tersenyum sambil mengangguk. "Iya sama-sama. Aku cuma gak suka lihat cewek murung. Makanya aku putusin buat hibur kamu. Ya walaupun gak terlalu ngebantu juga sih." "Ngebantu kok. Aku udah lebih baik sekarang." "Alhamduli

