Setelah kedatangan papa dan istri barunya, Nirina berubah menjadi makin diam. Inginnya masa bodoh, tapi tetap saja tidak bisa. Bayang papanya datang dengan wajahnya yang seakan menunjukkan semua baik-baik saja membuat Nirina muak. Nirina saat itu langsung mengunci dirinya di kamar. Tidak memedulikan mereka lagi. Tidak tahu apa mereka langsung pulang atau sempat berbincang dengan orang rumah. Nirina tidak mau tahu. Yang membuat kekesalannya bertambah, Nirina melihat dokumen itu tergeletak di depan kamarnya. Entah perbuatan papanya langsung atau menyuruh pekerja di sini melakukannya. Itu menunjukkan bahwa papanya masih secara tidak langsung meminta Nirina menuruti keinginannya. Huh, mimpi saja. Sampai kapan pun juga tidak akan datang ke perguruan tinggi itu. Tahu apa Haidar mengenai keingina

