Nirina meremas jemarinya. Walau kembalinya dia dengan Tio sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Lila, tapi tetap saja Nirina merasa tidak enak. Ya, yang tadi tiba-tiba masuk kamar Tio adalah Lila. Lila yang sedang menjenguk saudaranya, tidak sengaja melihat Nirina yang masuk ke dalam kamar perawatan. Karena penasaran, siapa gerangan yang sakit akhirnya mengikuti. Berakhir di sini, di salah satu kursi yang terdapat di kantin rumah sakit. Lila ingin penjelasan. Kemarin-kemarin masih menangis dan kecewa karena Tio. Kenapa sekarang sudah kembali baik? Sepertinya Lila melewatkan sesuatu. “Jadi?” tanya Lila yang sudah tidak sabar. Lebih dari 10 menit hanya ada keheningan di antara keduanya. Suara yang ada di sekitar sama sekali tidak bisa mencairkan suasana yang ada. “Iya, terhitung kemarin

