Bertahun-tahun Nirina berjuang demi mendapatkan sebuah gelar. Tibalah waktunya untuk terjun langsung ke dunia kerja. Ya, Nirina hari ini merayakan kelulusan. Memboyong orang rumah untuk ikut merayakannya di sini. Nirina bahkan tidak mau repot-repot untuk pulang. Lukanya, masih belum sembuh. Dari pada makin parah mending mengurungkan niat untuk kembali. “Selamat ya Na. Terima kasih kek sama gua, sudah mau datang jauh-jauh,” ucap Regan yang sudah lebih dahulu menyelesaikan pendidikannya. Jurusan yang Nirina ambil memaksa gadis itu lebih lama lulus dari Regan padahal masuk di tahun yang sama. “Iya, terima kasih ya Regan. Mantan tetangga yang paling ngeselin.” Nirina memutar bola matanya malas. Siapa juga yang meminta Regan datang? Huh, sudah tidak menjadi tetangganya saja masih mengesalka

