Nadhifa sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer sembari melihat Azzam yang tertidur pulas di atas tempat tidur. Dia masih belum mengetahui apa alasan suaminya itu menangis. Tetapi, sepertinya ada sebuah masalah yang baru saja di lalu oleh suaminya. Dia tidak ingin mendesak suaminya agar segera menceritakan hal itu kepadanya, tetapi dia juga tidak sabar akrena tidak ada yang tahu hal itu, bahkan kedua mertuanya. Nadhifa sudah menghubungi mereka pagi-pagi sekali, tetapi mereka bahkan tidak di beritahu saat Azzam tiba-tiba datang ke vila ini. Dia juga tidak mengetahui bagaimana suaminya itu bisa menemukannya disini. “Kenapa kamu menatapku seperti itu? apakah aku terlalu tampan?” Nadhifa langsung melemparkan handuk setengah basah yang ada di pahanya. Lemparannya itu mengenai kepal

