Nadhifa sedang menunggu Azzam di ruang tunggu bandara. Dia baru saja sepuluh menit lalu tiba di Jakarta. Mereka pulang setelah menikmati liburan selama seminggu di sana. Saat itu, hasil pemeriksaannya baik-baik saja dan hanya keram biasa. kehamilannya juga sangat baik dan kata dokter mereka hanya perlu tidak melakukan aktivitas yang berat untuk menjaga kondisinya agar tidak menurun. “Mau kutemani pergi ke persidangan?” tanya Nadhifa ketika mereka berdua sudah berada di dalam taksi. Azzam menggelengkan kepalanya, “Jangan, lebih baik kamu istirahat dirumah. Apalagi minggu depan kamu akan kembali mengajar di kampus.” “Baiklah, tapi hubungi aku jika Mas ingin ditemani. Aku siap kapan saja.” balas Nadhifa. Azzam mengangguk, “Baiklah, tapi sepertinya aku juga tidak akan datang dan hanya ak

