Reina melihat punggung Azzam, tatapannya tidak lepas dari pria yang sudah menjadi mantan suaminya. rasa sesak di dadanya semakin bertumpuk, walaupun di temani kedua orangtuanya saat putusan itu dibacakan, dia masih sangat merasa kesepian. Seolah, keputusan ini sangat salah. Reina meremas jarinya, dia merasa sangat dingin. Tulang-tulangnya terasa sakit sekujur tubuh, wajahnya sangat tirus ketika melihat pantulan dirinya di cermin mobil. “Kenapa dilihat terus? Menyesal?” Reina menoleh ketika mendengar perkataan ibunya, dia hanya menghela napas pendek lalu masuk ke dalam mobil. Dia sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun karena perasaannya sedang tidak menentu. Ketika membuka kaca jendela mobil, dia melihat pemandangan yang sangat menyesakkan. Azzam sedang mengelus perut Nadhifa den

