Kedua wanita itu telah berhasil mengumpulkan nyawa untuk kembali menempuh perjalanan. Tapi, bukan berjalan kaki. Melainkan menaiki sebuah taksi yang berhenti di depan mereka. Satu jam kemudian, mereka sudah sampai di depan rumah dengan tangan kosong dan pikiran yang lebih tenang. “Ma, beli buah nanti saja, ya?” kata Pricilla meletakkan tas kecil di sebuah meja. Dia merasakan kaki yang terasa pegal akibat berjalan kaki terlalu lama dan jauh. Tapi, aneh. Ketika dia melakukannya, terasa mudah dan tidak terasa lelah, tapi sekarang baru merasakan kaki terasa mau patah. “Ya, enggak apa-apa. Sekarang juga sudah sore, mendung juga. Kaki kamu kenapa?” katanya sembari memperhatikan langkah anaknya yang terasa aneh. Tanpa bertanya pun seharusnya ibu Pricilla bisa memahami betapa lelahnya sang an

