Beberapa saat setelah Kim pergi, Pricilla dan ibu pun melanjutkan agenda. Mereka mendatangi tempat wisata yang akan digunakan untuk memanjakan diri. Sesekali, mereka memerlukan hal itu agar tidak merasa jenuh. Ibarat kata, mereka ingin menggunakan hasil kerja keras untuk membahagiakan diri sendiri. Mereka sampai di tempat tujuan sekitar pukul sepuluh siang. Waktu yang tertunda karena harus menemui tamu. Akan tetapi, ada hikmah yang bisa diambil. Mereka sampai di tempat dalam kondisi warung sudah buka dan mulai beroperasi. Jadi, tidak perlu ngemper di depan warung. “Pris, mau ambil meja sebelah mana?” tanyanya. “Pojok, dekat sawah,” kata gadis itu melangkahkan kaki melewati pengunjung lain yang sedang menikmati makanan masing-masing. Mereka duduk bersebelahan menghadap ke arah persa

