Di bawah sinar rembulan malam. Gadis dengan kaos kuning lengan pendek sedang duduk di sebuah bangku. Berada di teras rumah seorang diri menikmati sebuah kesendirian. Sejatinya dia sedang mencari jawaban atas sebuah rasa yang ada di dalam hati. Malam mulai menusuk tubuh manusia dengan senjata ampuhnya. Semilir angin yang menghantam kulit dengan begitu hebatnya, membuat gadis itu merasa menggigil. Pricilla beranjak dari teras, memasuki kamar pribadinya mencari kehangatan di balik selimut. “Pris, besok mau pergi?” tanyanya ketika teringat bahwa besok hari Minggu. “Enggak, Ma. Ada apa?” Pricilla beranjak dari kasur mendekati ibunya. Gadis itu duduk di tepi ranjang, menali rambut asal. Wanita paruh baya dengan kaos cokelat berukuran besar itu mengajak Pricilla pergi ke sebuah tempat. Di

